Kamis, 17 November 2016

Warga Keberatan Jalan Desa Jadi Jalur Tambang


TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Puluhan warga Pedukuhan Bleberan dan Sawahan ramai-ramai datang ke Balai Desa Banaran Kecamatan Galur, Kamis (17/11/2016).
Merasa tidak terima dengan pemanfaatan jalan desa sebagai jalur tambang pasir, warga tersebut datang dan ditemui Kepala Desa Banaran, Haryanto.
Di ruang kepala desa, selain warga juga hadir ikut memediasi adalah Camat Galur, Latnyana.
Sementara pertemuan antara warga, Kepala Desa Banaran, dan Camat berlangsung, puluhan warga lainnya terlihat duduk-duduk menunggu di luar ruangan.
Warga Bleberan, Sarwanto, ditemui usai pertemuan itu mengatakan selama ini warga sudah bergotong-royong menguruk jalan desa agar lebih keras dan nyaman dilalui warga.
"Tapi kok belakangan malah dimanfaatkan truk penambang, lewat begitu saja tanpa kulonuwun," kata Sarwanto.
Warga tidak terima karena untuk memperkeras jalan desa di wilayah itu mereka sudah mengeluarkan dana kas pedukuhan Rp 8,5 juta.
Dana warga tersebut semula untuk membeli pasir dan batu. Rencananya, warga akan meratakannya sehingga akses desa itu lebih nyaman.
"Kami tidak keberatan, tapi semestinya ada komunikasi dan rembukan dulu. Kami pertanyakan apa ada sosialisasi dan kesepakatan soal kontribusi perusahaan tambang itu," lanjutnya.
Bagaimana pun, bagi warga keberadaan armada tambang pasir yang melewati jalur desa akan berdampak pada lingkungan.
Sebab itu, jika sejauh ini belum ada kesepakatan, warga berharap truk tambang tidak melewati jalan desa itu.
Keluhan warga yang diterima Kepala Desa Haryanto dan Camat Latnyana itu berakhir tanpa kesimpulan.
Satu-satunya kesepakatan, rencananya pihak desa akan mendatangkan perwakilan perusahaan tambang pasir tersebut untuk bertemu warga pada Jumat (18/11/2016).
Kepala Desa Banaran, Haryanto, mengatakan status jalan yang dimaksud adalah jalan desa.
Menurutnya, jalan itu merupakan jalan umum dan boleh dimanfaatkan siapa pun asal tidak menyalahi aturan hukum.
"Pemerintah provinsi sebenarnya juga sudah merencanakan pembuatan jalur tambang.
Sementara bisa memanfaatkan jalan desa asal tidak menguasai jalan," katanya.
Kades pun menilai masalah itu hanya kesalahpahaman. Lagi pula, truk tambang yang melewati jalur desa juga wajib menyesuaikan kapasitas muatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Camat Latnyana mengatakan inti permasalahannya karena warga merasa tidak diajak berembuk soal pemanfaatan jalan desa sebagai jalur tambang itu.
"Besok kami undang dari perusahaan. Kalau diizinkan, berarti warga memang harus dilibatkan," kata Camat. (*)

Sabtu, 05 November 2016

RAZIA KLATEN Sehari, 148 Truk Galian C Ditindak



Solopos.com, KLATEN — Sedikitnya 148 truk pengangkut material galian C ditindak aparat gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Klaten pada Rabu (26/10/2016).
Razia akan dilanjutkan hingga Jumat (28/10/2016). Tak hanya diberi surat tilang, truk yang mengangkut material melebihi berat yang diizinkan (tonase) wajib menurunkan kelebihan muatan di lokasi razia.

Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub Klaten, Wagiya Gambir, mengatakan razia digelar di Sub Terminal Karang, Delanggu, selama 24 jam per hari. “Razia kami lakukan dengan tim gabungan dari Dishub dan Satlantas Polres. Razia dilakukan selama 24 jam per hari terbagi dalam tiga sif,” jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu.
Wagiya menjelaskan dari razia Rabu pagi hingga sore petugas memeriksa 215 truk galian C. Dari jumlah itu, ada 148 truk yang ditindak dengan perincian 101 truk ditindak petugas Dishub sedangkan 47 truk ditindak Satlantas.
“Alasan tindakan beragam seperti uji KIR mati, SIM pengemudi tidak berlaku, serta kelebihan tonase,” kata dia.
Ada delapan truk galian C yang kelebihan tonase dan langsung diminta menurunkan kelebihan muatan di Sub Terminal Karang Delanggu. “Untuk yang diminta menurunkan kelebihan muatan kami lihat kelebihannya seperti apa. Kalau masih pada taraf toleransi ya kami persilakan, kalau sudah overload, ya kelebihannya itu harus diturunkan,” jelas dia.
Kelebihan muatan yang diturunkan boleh diambil dalam kurun waktu 24 jam sejak penindakan. Jika tak segera diambil, material galian C yang diturunkan di sub terminal bakal dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum di desa-desa.
Kepala Dishub Klaten, Purwanto Anggono Cipto, mengatakan razia dilakukan untuk menertibkan truk galian C yang melintas di Klaten. “Jika muatannya melebihi batas tonase langsung diberi surat tilang dan diminta menurunkan kelebihan muatannya,” kata dia.

Minggu, 28 Agustus 2016

DISTRIBUTOR PASIR MERAPI DAN PROGO ,BATU, SPLIT, SIRTU YOGYAKARTA, SLEMAN, SOLO, KLATEN.

 UD.MATERIAL ALAM
(087739890990)
Jual Material alam pasir, batu kali, split untuk wilayah Yogyakarta, Klaten, Solo dan sekitarnya.
Harga yang kami tawarkan tentunya bersaing dan kualitas yang baik, untuk pasir bisa pesan pasir dari kali progo ataupun dari merapi tergantung selera anda.
Kami hanya melayani pesanan muatan truk, bisa pesan per rit ataupun kubikasi, untuk fast respon pesanan bisa call atau sms kami di  
087739890990
motto kami : Murah, cepat, dan berkualitas

Minggu, 07 Agustus 2016

Sebuah Truk Penambang Pasir Terjebak di Tengah Sungai Progo

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebuah truk penambang pasir, di Sambing Tiga , Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, terjebak di tengah sungai akibat luapan sungai progo.
Kejadian ini berawal ketika sejumlah truk dari arah barat sungai (Kulonprogo), hendak melintas ke arah timur (Srandakan, Bantul).
Namun tiba-tiba debit sungai progo naik, sehingga salah seorang truk tak bisa melintas, dan terjebak di tengah-tengah sungai.
"Tadi kejadiannya jam 07.00 pagi, awalnya muncul tiga truk dari arah barat mau ke timur. Pas mau menyebrang dari barat, itu airnya belum naik. Tapi waktu udah di tengah-tengah sungai, tiba-tiba airnya naik," cerita Suharmadi, salah seorang penambang pasir di di wilayah tersebut, Senin (18/7/2016).

Minggu, 03 Juli 2016

KPK Diminta Selidiki Sumber Pasir untuk Pembangunan Pulau Reklamasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi dianggap tidak cukup apabila hanya menyidik proyek reklamasi Teluk Jakarta sebatas pada suap pembahasan Raperda reklamasi. 

  Alat berat digunakan untuk menyelesaikan proyek Pulau G Reklamasi Teluk Jakarta di Muara Angke, Jakarta, Selasa (5/4). Izin reklamasi Pulau G yang sudah keluar kini tengah menjadi subjek gugatan di PTUN Jakarta. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Menurut pengacara publik dari LBH Jakarta Tigor Hutapea, KPK juga perlu melihat darimana asal usul pasir yang digunakan untuk membangun pulau reklamasi berasal.
"Karena daerah asal pasir yang digunakan itu juga terjadi konflik sosial," kata Tigor saat diskusi bertajuk "Masih Perlu reklamasi ?" di Jakarta, Sabtu (16/4/2016).
Ia mengatakan, LBH Jakarta pada 2011 lalu telah mendapat laporan dari masyarakat Pesisir Lontar, Kabupaten Serang, Banten, atas persoalan penambangan pasir laut di kawasan tersebut. Advertisment

"Masyarakat mengadu bahwa pasir laut mereka disedot beribu-ribu ton. Kemana pasir ini? Dari hasil investigasi temen-temen, ternyata pasir itu untuk pembangunan Pulau C dan D," ujarnya.
Tigor menambahkan, Gubernur Banten Rano Karno seharusnya dapat membawa persoalan ini ke ranah hukum. Sebab, kasus penambangan pasir laut itu telah memberikan dampak sosial yang buruk bagi masyarakat.

 

Rabu, 22 Juni 2016

Coker Pasir Tewas Tertimbun Tebing Longsor Kali Apu

PENAMBANGAN PASIR BOYOLALI 
Coker Pasir Tewas Tertimbun Tebing Longsor Kali Apu

Solopos.com, BOYOLALI--Penambangan liar di Kali Apu, Desa Klakah, Kecamatan Selo, membawa korban. Seorang kuli coker pasir, Ami, 25, warga Dukuh Klakah Duwur, RT 008/RW 003, Desa Klakah, Kecamatan Selo, tewas setelah tertimbun tebing yang longsor Selasa (29/9/2015) sekitar pukul 04.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa terjadi saat korban tidur pulas di bawah tebing area penambangan pasir dan batu. Selama ini, tebing tersebut dikeruk dan ditambang menggunakan ekskavator. Tebing itu masuk wilayah Klakah Duwur RT 009/RW 003, Desa Klakah.
Nahas, saat korban tertidur pulas itulah tiba-tiba tebing kira-kira tinggi 60 meter runtuh dan mengenai dua orang yang berada di bawahnya. Satu orang yang tidak diketahui identitasnya selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Reruntuhan tebing juga menimbun sebagian badan truk pengangkut pasir.
“Saat kejadian Ami sedang tidur di bawah tebing. Tiba-tiba terdengar suara reruntuhan dan ternyata tebing itu longsor dan menimbun Ami,” kata coker pasir lainnya, Samak, 50, saat ditemui wartawan, di sela-sela identifikasi korban oleh tim kepolisian, kemarin.
Mengetahui kejadian tersebut, Samak langsung memberitahukan kejadian itu kepada coker dan penambang lainnya. Menjelang matahari terbit, tubuh korban berhasil dievakuasi dan diangkat dari timbunan pasir.
Sebelum dimakamkan, tim kepolisian dari Polres Boyolali mengidentifikasi korban. Identifikasi langsung dilakukan di lingkungan makam desa setempat. Setelah identifikasi, tubuh korban disucikan dan langsung dimakamkan. Korban mengalami luka cukup parah pada punggung, kepala, dan kaki.
Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Andie Prasetyo, turun langsung menangani kejadian tersebut. Polres Boyolali akan mendalami insiden yang menewaskan satu orang penambang pasir.
Kabid Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Boyolali, Sarju Ratmoko, menjelaskan penambangan pasir dan batu di Kali Apu adalah ilegal.
“Kejadian di Kali Apu tidak termasuk kecelakaan tambang melainkan kecelakaan biasa,” kata Sarju.
Sarju mengakui hingga saat ini penambangan liar dengan menggunakan alat berat masih terjadi di Kali Apu. Bahkan kemarin saat kejadian tewasnya seorang coker, setidaknya ada delapan ekskavator beroperasi di kawasan Kali Apu.

sumber  : solopos.com

Sabtu, 14 Mei 2016

LEVERANSIR PASIR, BATU PONDASI, SPLIT, URUG, SIRTU JOGJA

UD.MATERIAL ALAM
(087739890990)
Jual Material alam pasir, batu kali, split untuk wilayah Yogyakarta, Klaten, Solo dan sekitarnya.
Harga yang kami tawarkan tentunya bersaing dan kualitas yang baik, untuk pasir bisa pesan pasir dari kali progo ataupun darimerapi tergantung selera anda.
Kami hanya melayani pesanan muatan truk, bisa pesan per rit ataupun kubikasi, untuk fast respon pesanan bisa call atau sms kami di  
087739890990
motto kami : Murah, cepat, Profesional, dan bukan makelar